Incoming, Outgoing

Posted on June 15th, 2008 in Uncategorized by koen

Baca blog Benny bikin aku inget kejahatanku sendiri :). Aku sempat kerja di war room. Diskusi di sana selalu menarik. Sayangnya sempat ada yang bermain di corporate untuk menambah fokus pada war room. Diskusi jadi terlalu sering dan tak lagi menarik. Pesertanya umumnya senior managers, dan managers tertentu — benar2 tak menarik. Membosankan, tapi para penghuni asli war room seperti kami sebenarnya tidak boleh keluar. Kalau betul2 bosan, aku suka memasang ring tone pada volume maksimal. Terus aku kirim SMS ke diri sendiri. Tunggu 10-an detik, SMS masuk dengan suara nyaring. Aku pura-pura baca, pura-pura agak kaget/kesal/heran dll sesuai kreativitas sesaat; terus keluar ruangan, dengan mata terus menatap layar HP. Sampai war room dibubarkan, belum pernah ada yang menahan aku keluar dengan cara itu; biarpun sebenarnya mencurigakan — terlalu sering :).

Kejahatan lain adalah waktu aku ogah menerima telefon. Yang ini baru beberapa bulan lalu. Ada waktu2 di mana berbicara melalui telefon terlalu menyiksa. Tapi menonton jumlah missed call yang membanjir juga bikin merasa bersalah. Mematikan telefon tentu tak mungkin, soalnya aku masih menghargai komunikasi teks via SMS. Jadi yang kulakukan adalah memforward semua panggilan ke … Siponcil :). Ini adalah layanan VRS berisi berbagai cerita anak. Jadi hari2 itu, siapa pun yang menelefon aku terpaksa disuruh memilih cerita anak. “Hai, saya Si Poncil …”

Sekarang kedua kejahatan itu sedang dihentikan. Tapi tak menutup kemungkinan untuk … hmmm … :)

Music for Survival

Posted on June 10th, 2008 in Uncategorized by koen

Di Pool Meadow, aku pernah dikasihani seorang ibu tua. Itu jam 10 malam, pulang dari kuliah umum IEE (sekarang IET). Di bis terakhir itu aku baru sadar bahwa aku nggak bawa uang cash cukup buat naik bis. Jangan bayangkan orang asing tersesat tanpa uang, soalnya aku waktu itu tidak merasa asing, dan tidak merasa tersesat. Bawa uang secukupnya saja buat jalan-jalan; dan nggak punya HP. Sopir bis cukup tega untuk menyuruhku turun kalau tidak bisa menemukan uang cukup. Tapi syukur si ibu yang duduk di kursi paling depan mengasihaniku (padahal aku yakin, wajah nyengirku pasti sulit mendapat simpati atau apalagi rasa kasihan). Alhasil, aku bisa pulang.

Kalau kejadian di Bandung … gimana ya?

Buat jaga2, sekarang siap2 bawa instrumen musik canggih siap pakai aja. Kalau mendadak naik angkot dan baru sadar nggak bawa uang, kan bisa turun sebentar di tiap prapatan, dan menyanyikan satu dua lagu Freddy Mercurie. Kali2 dari beberapa prapatan bisa terkumpul cukup ongkos angkot.

Teori dan Fakta Evolusi

Posted on June 4th, 2008 in Uncategorized by koen

Maaf, pengunjung budiman. Candaan di sini kadang memang mengajak tertawa bersama, tapi kadang cuman menertawakan diriku sendiri (yang ini terutama diletakkan di pi.koen.cz), dan kadang memang sedang menertawai Anda juga. Beribu maaf.

Dalam sebuah diskusi offline, aku pernah didebat: “Teori evolusi itu kan memang — seperti namanya — hanya sebuah teori. Belum ada yang disebut fakta evolusi.”

Aku tidak menertawai sang pendebat. Dia betul2 buta sains. Dan pendapatnya itu hanya hasil baca dari buku “manusia” bernama Harun Yahya. Pun aku tidak menertawai Harun Yahya, karena tim itu memang punya agenda yang serius, termasuk memanfaatkan pelesetan. Tapi, pelesetan biasanya digunakan untuk candaan dan untuk humor. Nah, dalam kerangka itulah aku mendadak ketawa keras2. Duh, nggak sopan. Maaf.

Sang pendebat nggak suka mendengar tawaku — yang memang out of context. Gimana ya? :)
Jadi terpaksa aku jelaskan arti kata teori. Pertama, aku cerita dulu ke beliau, bahwa teori itu homonim: kata yang memiliki beberapa arti yang kadang malah berlawanan. Semacam bisa yang bisa menunjukkan kemampuan, tapi bisa berarti racun berbisa.

1. Untuk orang awam, memang teori adalah pernyataan yang belum terbuktikan. Misalnya “Polisi punya teori tentang cara pencuri itu masuk ke rumah itu; tetapi masih harus dibuktikan.”

2. Dalam konteks ilmiah, teori justru berarti model yang telah teruji, berisi kumpulan pernyataan atau interaksi yang konsisten, serta dapat digunakan untuk memprediksi hasil percobaan atau peristiwa alam. Dalam contoh ini tentu kita masukkan teori medan, teori kuantum, teori informasi, teori evolusi; dan sampai mati ketawa kita tidak bisa menemukan yang dinamai fakta medan, fakta kuantum, fakta evolusi, fakta informasi. Haha. Hush.

Ini bukan ketidaksengajaan kelompok2 ajaib nun entah di mana itu. Ini pelesetan yang memang untuk ditertawai orang di ujung bumi yang lain.

Dan kalau tidak terasa lucu, aku sudah minta maaf dari paragraf pertama tadi.