Incoming, Outgoing
Baca blog Benny bikin aku inget kejahatanku sendiri :). Aku sempat kerja di war room. Diskusi di sana selalu menarik. Sayangnya sempat ada yang bermain di corporate untuk menambah fokus pada war room. Diskusi jadi terlalu sering dan tak lagi menarik. Pesertanya umumnya senior managers, dan managers tertentu — benar2 tak menarik. Membosankan, tapi para penghuni asli war room seperti kami sebenarnya tidak boleh keluar. Kalau betul2 bosan, aku suka memasang ring tone pada volume maksimal. Terus aku kirim SMS ke diri sendiri. Tunggu 10-an detik, SMS masuk dengan suara nyaring. Aku pura-pura baca, pura-pura agak kaget/kesal/heran dll sesuai kreativitas sesaat; terus keluar ruangan, dengan mata terus menatap layar HP. Sampai war room dibubarkan, belum pernah ada yang menahan aku keluar dengan cara itu; biarpun sebenarnya mencurigakan — terlalu sering :).
Kejahatan lain adalah waktu aku ogah menerima telefon. Yang ini baru beberapa bulan lalu. Ada waktu2 di mana berbicara melalui telefon terlalu menyiksa. Tapi menonton jumlah missed call yang membanjir juga bikin merasa bersalah. Mematikan telefon tentu tak mungkin, soalnya aku masih menghargai komunikasi teks via SMS. Jadi yang kulakukan adalah memforward semua panggilan ke … Siponcil :). Ini adalah layanan VRS berisi berbagai cerita anak. Jadi hari2 itu, siapa pun yang menelefon aku terpaksa disuruh memilih cerita anak. “Hai, saya Si Poncil …”
Sekarang kedua kejahatan itu sedang dihentikan. Tapi tak menutup kemungkinan untuk … hmmm … ![]()

